Sahabat peserta VCT Batch 5 DIY-Jateng, Wilayah Kabupaten Bantul yang saya sayangi. Berikut adalah pemenuhan tugas VCT Batch 5 berupa hasil review konten rumahbelajar.id menggunakan teknologi Speech to Text (STT) yang telah saya lakukan. Dalam penugasan, setiap peserta memilih 2 (dua) konten yang terdapat di laman rumahbelajar.id.
Pada kesempatan ini, saya memilih 2 (dua) buah konten berupa buku dari kontributor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, serta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.
Judul Konten: Keunikan Saparan Pengantin Bekakak (Yogyakarta)
Kontributor: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi
- Penulis: R Bambang nursinggih
- Foto-foto: R Bambang nursinggih
- Illustrator: Inner Child
- Editor: Larissa Adinda
Terdiri dari 38 halaman full color. Berisi tentang perjalanan wisata di Yogyakarta, mulai dari Malioboro, Alun-Alun Keraton, Pasar Beringharjo, jelajah kuliner, hingga upacara Bekakak yang menjadi fokus pembahasan sesuai judul dari buku ini. Buku ini merupakan buku seri pengenalan budaya Nusantara, yang tentunya telah diterbitkan pula buku-buku serupa dari daerah lain. Dilihat dari tampilan cover dan isi buku ini, dapat ditebak bahwa di peruntukkan sebagai bacaan siswa Sekolah Dasar.
Kelebihan dari Buku ini:
- Buku ini dicetak fullcolor dilengkapi dengan gambar-gambar ilustrasi pada setiap halamannya. Dengan pemilihan model huruf atau font yang menarik, serta ukuran huruf yang cukup besar, membuat pembaca yang sasaran pembacanya adalah anak-anak menjadi tidak bosan dalam membaca buku ini.
- buku ini dilengkapi dengan games atau permainan mencari makanan serta beberapa soal evaluasi, sehingga pembaca bisa mengukur sejauh mana pemahaman membaca setelah selesai membaca buku ini.
- Buku ini juga dilengkapi dengan glosarium sehingga pembaca dapat mengetahui istilah-istilah dalam bahasa Jawa dan istilah-istilah asing lainnya.
Kekurangan dari Buku ini:
Dalam buku ini sudah dijelaskan tentang cerita asal mula Upacara Adat Bekakak di Ambarketawang pada bulan Safar. Namun tidak dijelaskan Bagaimana asal-usul kata bekakak yang digunakan untuk istilah dalam menyebutkan boneka pengantin. misalnya kata tersebut berasal dari istilah apa atau dari bahasa apa bahasa Sansekerta kah? atau bahasa Jawa? atau dari istilah asing.
Kesimpulan:
Keseluruhan isi buku ini cukup menarik dan cukup menginspirasi bagi pembaca untuk mencintai Budaya Nasional. Penjelasan dari Upacara Bekakak yang dikemas dengan gaya bahasa yang sesuai dengan usia anak-anak membuat pembaca merasa nyaman dan mudah memahami isi buku ini.
Demikian semoga ulasan ini bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi semua pembaca.
#Link Konten dalam Rumah Belajar :
#Link Video Rekam Layar proses SST :
Review RB 2
Judul Konten : Jelajah Arsitektur Lamin Dayak Kenyah
Kontributor : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan
- Penulis: Tri Agustin Kusumaningrum.
- Penyunting: Kitty KareNisa.
- Penanggung jawab: Tri Agustin Kusumaningrum.
- Penata letak: Tri Agustin Kusumaningrum.
Buku ini terdiri dari 81 halaman, yang berisi 5 BAB terkait dengan kebudayaan Suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Buku ini menceritakan tentang perjalanan liburan wisata Empat sahabat yaitu Rati, Awang, Galuh dan Budi saat mengunjungi Desa Wisata suku Dayak bersama orang tua Rati. Tiap BAB dalam Buku ini menceritakan keragaman budaya dan ciri khas budaya dari Suku Dayak Kenyah yang sangat menarik. Mulai dari pertunjukan tari tarian, rumah Lamin dengan keunikan arsitektur dan ornamen hiasnya, hingga tradisi memanjangkan telinga bagi yang disebut telinga Aaru.
Kelebihan dari Buku ini:
- Buku ini ditulis untuk bacaan kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar. Dengan menggunakan gaya bahasa kata ganti orang pertama dan menggunakan kalimat dialog atau percakapan yang sederhana, menjadikan buku ini lebih mudah dipahami oleh pembaca sesuai usianya.
- Penulisan setting tempat dan waktu dalam buku ini juga sangat jelas, sehingga seolah-olah pembaca bisa merasakan berada di tempat tersebut secara nyata.
- Dalam setiap BAB dilengkapi dengan gambar-gambar pendukung dan keterangan ilustrasi dari gambar tersebut. sehingga pembaca lebih paham dalam membaca dan menyerap isi dari bacaan tersebut.
- Dilengkapi dengan glosarium sehingga pembaca mengerti istilah-istilah dalam Bahasa Dayak dan istilah asing lainnya.
Kekurangan dari Buku ini:
Pada halaman 5 dan 6 disebutkan beberapa pertunjukan tarian seperti: Kancet Papatai, Kancet Datun Julud, Kancet Udo’ dan lain-lain. Namun hanya disebutkan namanya saja. Alangkah lebih baik bila tarian-tarian tersebut juga diulas secara singkat seperti ulasan pada BAB arsitektur atau ornamen, misalnya fungsi tarian tersebut atau makna atau filosofi dari tarian tersebut.
Kesimpulan:
Keseluruhan isi buku ini sangat menarik, cukup menginspirasi untuk mencintai Budaya Nasional. penjelasan dari kebudayaan Suku Dayak yang unik, serta gambar-gambar yang menarik membuat pembaca ingin mendalami lebih banyak tentang budaya suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur.
Demikian ulasan ini semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi para pembaca.
#Link Konten dalam Rumah Belajar :
#Link Video Rekam Layar proses SST :
Sahabat peserta VCT Batch 5 DIY-Jateng, Wilayah Kabupaten Bantul yang saya sayangi, demikian tadi hasil tugas review konten rumahbelajar.id yang telah saya lakukan. Dengan keterbatasan kemampuan saya, tentunya hasil penugasan ini masih jauh dari sempurna. Banyak hal yang masih harus saya pelajari agar lebih baik untuk penugasan berikutnya. Untuk itu, komen yang membangun dari para pembaca sangat saya harapkan.
Sekian dan terima kasih..
Salam VCI... Dengan Hati...💗
Wassalamu'alaikum, wr.wb.











No comments:
Post a Comment